Aku bercakap tentang Zuhud (bhgn 3)
Sehubungan dengan itu, hendaklah manusia berhati-hati :

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahawa Rasulullah mengutus Abu Ubaidah Ibnul-Jarrah ke Bahrain untuk menagih pajak penduduk. Kemudian ia kembali dari Bahrain dengan membawa harta yang banyak. Kedatangan kembali Abu Ubaidah itu terdengar oleh sahabat-sahabat Ansar, maka mereka solat subuh bersama Rasulullah dan selesai solat mereka menghadap Rasulullah, lalu Nabi tersenyum melihat mereka sambil bersabda : “Mungkin kalian telah mendengar kedatangan Abu Ubaidah dengan membawa harta yang banyak ?” Jawab mereka : “Benar ya Rasulullah!” Bersabda Nabi s.a.w.: Sambutlah khabar baik dan selalu berharapan baik untuk mencapai semua harapanmu. Demi Allah bukan kemiskinan yang saya sangat khuatirkan atas kamu, tetapi saya khuatir kalau terdampar luas kepadamu dunia ini, sebagaimana telah terdampar pada orang-orang dahulukala, kemudian kamu berlumba-lumba seperti mereka, sehingga kalian binasa seperti mereka pula.”
Dalam suatu kesempatan, Nabi berada di mimbar sementara para sahabat duduk di sekelilingnya, beliau bersabda : “Sesungguhnya di antara yang saya khuatirkan atas kamu sepeninggalanku nanti, ialah terbuka lebarnya kemewahan dan keindahan dunia ini pada kamu.”
Pada masa lain dikemukakan : Dunia ini sedap dan indah. Allah akan menyerahkan kepengurusannya kepada kamu, dan Dia akan melihat betapa perbuatanmu. Maka berhati-hatilah kamu dari godaan dunia dan hati-hatilah kamu dari godaan wanita. Demikian menurut Muslim.
Menurut Tarmizi, Nabi pernah bersabda : Jangan membuat tempat timbunan kekayaan yang akan menyebabkan kamu cinta pada dunia. Setiap umat mempunyai ujian, dan ujian umatku ialah kekayaan harta benda.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahawa Rasulullah mengutus Abu Ubaidah Ibnul-Jarrah ke Bahrain untuk menagih pajak penduduk. Kemudian ia kembali dari Bahrain dengan membawa harta yang banyak. Kedatangan kembali Abu Ubaidah itu terdengar oleh sahabat-sahabat Ansar, maka mereka solat subuh bersama Rasulullah dan selesai solat mereka menghadap Rasulullah, lalu Nabi tersenyum melihat mereka sambil bersabda : “Mungkin kalian telah mendengar kedatangan Abu Ubaidah dengan membawa harta yang banyak ?” Jawab mereka : “Benar ya Rasulullah!” Bersabda Nabi s.a.w.: Sambutlah khabar baik dan selalu berharapan baik untuk mencapai semua harapanmu. Demi Allah bukan kemiskinan yang saya sangat khuatirkan atas kamu, tetapi saya khuatir kalau terdampar luas kepadamu dunia ini, sebagaimana telah terdampar pada orang-orang dahulukala, kemudian kamu berlumba-lumba seperti mereka, sehingga kalian binasa seperti mereka pula.”
Dalam suatu kesempatan, Nabi berada di mimbar sementara para sahabat duduk di sekelilingnya, beliau bersabda : “Sesungguhnya di antara yang saya khuatirkan atas kamu sepeninggalanku nanti, ialah terbuka lebarnya kemewahan dan keindahan dunia ini pada kamu.”
Pada masa lain dikemukakan : Dunia ini sedap dan indah. Allah akan menyerahkan kepengurusannya kepada kamu, dan Dia akan melihat betapa perbuatanmu. Maka berhati-hatilah kamu dari godaan dunia dan hati-hatilah kamu dari godaan wanita. Demikian menurut Muslim.
Menurut Tarmizi, Nabi pernah bersabda : Jangan membuat tempat timbunan kekayaan yang akan menyebabkan kamu cinta pada dunia. Setiap umat mempunyai ujian, dan ujian umatku ialah kekayaan harta benda.
Labels: ilmu tasawuf, kesufian, sufi, tasawuf, tasawwuf, warak, zuhud




